
SUMENEP – Fathimah International Elementary School (FIES) Sumenep menggelar kegiatan Overview of School Programs and Parenting bertema “Building Leadership Character at Home” di Auditorium Abdullah Syechan Baghraf, Jumat (24/7). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam membangun karakter kepemimpinan anak sejak usia dini.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh orang tua atau wali murid FIES Sumenep. Selain memperoleh gambaran mengenai berbagai program sekolah yang akan dijalankan selama satu tahun ajaran, para peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pola pengasuhan yang efektif dalam membentuk karakter anak di lingkungan keluarga.
Dalam sesi Overview of School Programs, sekolah memaparkan berbagai program unggulan yang akan dilaksanakan selama Tahun Ajaran 2026/2027. Mulai dari program akademik, penguatan karakter, pengembangan kepemimpinan, hingga kegiatan ekstrakurikuler yang dirancang untuk mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh.

Principal FIES Sumenep, Rate Seftinindias Dwi Kumala, M.Pd., mengatakan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak dapat berjalan maksimal tanpa adanya sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga.
“Kami percaya bahwa sekolah dan orang tua merupakan satu tim yang memiliki tujuan yang sama, yaitu menghadirkan pendidikan terbaik bagi anak. Melalui kegiatan ini, kami ingin menyamakan visi dan langkah dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik, sehingga nilai-nilai kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, dapat ditanamkan secara konsisten, baik di sekolah maupun di rumah,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa FIES Sumenep tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang menjadi bekal penting bagi peserta didik di masa depan. “Leadership bukan hanya tentang kemampuan memimpin orang lain, tetapi juga kemampuan memimpin diri sendiri. Itulah karakter yang terus kami bangun melalui berbagai program sekolah dengan melibatkan orang tua sebagai mitra utama pendidikan,” tambahnya.

Sementara itu, materi parenting disampaikan oleh Dr. Rusmiyati, M.Pd., dosen Universitas PGRI Sumenep sekaligus Instruktur Nasional Bidang Keterampilan Sosial dan Emosional serta Bidang Bimbingan dan Konseling di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK). Dalam paparannya, Dr. Rusmiyati menegaskan bahwa keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak dalam mempelajari nilai-nilai kehidupan, termasuk karakter kepemimpinan.
“Karakter kepemimpinan tidak terbentuk secara instan. Ia tumbuh dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari di rumah, seperti melatih anak bertanggung jawab, memberi kesempatan mengambil keputusan sesuai usianya, menghargai pendapatnya, dan memberikan keteladanan melalui sikap orang tua,” jelasnya.
Menurutnya, pola komunikasi yang hangat dan penuh empati menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun kecerdasan sosial dan emosional anak. Diterangkan, anak yang tumbuh dalam lingkungan yang aman secara emosional akan lebih percaya diri, mampu mengelola emosi, memiliki kepedulian terhadap orang lain, dan berani mengambil keputusan dengan penuh tanggung jawab.
“Inilah bekal penting bagi lahirnya seorang pemimpin di masa depan,” tuturnya.

Selama kegiatan berlangsung, para orang tua tampak antusias mengikuti setiap sesi. Berbagai pertanyaan mengenai pola pengasuhan, pendampingan belajar, hingga implementasi program sekolah menjadi topik yang dibahas dalam sesi diskusi interaktif.
Selain itu, diakhir acara, terdapat sesi yang paling mengharukan. Yakni sesi pemutaran video cita-cita, serta pemberian surat dari siswa kepada wali murid. Momen itu diselimuti dengan pelukan hangat dan tangis kasih sayang orang tua kepada para siswa. Surat tersebut berisikan ungkapan terima kasih hingga harapan yang ditulis siswa untuk orang tuanya.
Melalui kegiatan Overview of School Programs and Parenting, FIES Sumenep berharap terjalin kemitraan yang semakin erat antara sekolah dan orang tua. Dengan kolaborasi yang kuat, sekolah optimistis mampu mencetak generasi yang unggul secara akademik, berakhlak mulia, memiliki kecerdasan sosial dan emosional, serta berjiwa pemimpin yang siap menghadapi tantangan di masa depan. (*)
Tinggalkan Komentar