
SUMENEP – Setelah proses pendaftaran calon murid baru jalur inden Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), Fathimah International Elementary School (FIES) Sumenep lanjut melaksanakan tahap Student Observation Test and Parents Interview. Pembukaan tes tersebut dilaksanakan di Gedung Auditorium Abdullah Syechan Baghraf, Minggu (15/2).
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Yayasan Fathimah Binti Said Gauzan, Hilmy Gauzan, M.Kom. Selain itu, hadir juga Direktur Pendidikan FIES Sumenep, Moh. Fauzi, M.Pd., Ketua Komite, Slamet Hidayat, SH., dan Bendahara Komite, Ahmad Wasil, S.Pd.
Dalam sambutannya Ketua Yayasan Fathimah Binti Said Gauzan, Hilmy Gauzan, M.Kom., menegaskan bahwa proses seleksi di FIES tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pada keselarasan visi antara sekolah dan orang tua. Menurut dia, FIES berkomitmen membangun generasi berkarakter, berakhlak, dan berdaya saing global.
“Karena itu, observasi dan wawancara menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan anak serta komitmen orang tua dalam mendukung proses pendidikan,” ungkapnya.

Dia menegaskan, Yayasan akan selalu mendukung segala bentuk kebutuhan sekolah dalam menunjang kualitas dan pelayanan pendidikan. Salah satunya fasilitas, sarana prasarana, dan lainnya. Semua itu, lanjut dia, merupakan salah satu komitmen dari Owner Yayasan Fathimah Binti Said Gauzan, yakni Bapak MH Said Abdullah dalam dunia pendidikan. Terutama dalam memastikan ketersediaan fasilitas yang layak untuk mendukung peningkatan kualitas mutu pendidikan.
“Hal ini seperti yang telah dipesankan oleh Owner FIES, yakni Bapak MH Said Abdullah. Nantinya, kami juga berencana akan menambah fasilitas gedung sekolah. Termasuk fasilitas-fasilitas penunjang yang lain,” paparnya.
Sementara itu, Principal FIES Sumenep, Rate Seftinindias Dwi Kumala, M.Pd., mengatakan, tes observasi siswa baru ini hanya bertujuan untuk pemetaan awal. “Tes ini bukan untuk menilai, tapi lebih kepada pemetaan awal siswa-siswi baru di FIES. Sehingga nantinya kami bisa memberikan pelayanan dan penanganan yang tepat untuk setiap peserta didik,” jelasnya.
Tes observasi ini, kata dia, dilaksanakan sebagai bentuk pemetaan potensi serta karakter calon murid baru FIES. Diharapkan, saat interview, para wali murid lebih terbuka mengenai kondisi anak yang akan disekolahkan. Mengingat, hasil wawancara itu nantinya akan menjadi database bagi sekolah dalam mendidik dan memberikan treatment terbaik sesuai kondisi setiap siswa.
“Tes observasi dilakukan untuk melihat potensi dasar, kemampuan, serta aspek perkembangan anak. Sementara itu, wawancara wali murid bertujuan untuk menggali pemahaman orang tua terhadap sistem pendidikan FIES serta kesiapan berkolaborasi dalam mendampingi tumbuh kembang anak,” kata Kepala Sekolah yang akrab disapa Miss Rate itu. (*)

Tinggalkan Komentar